MELEPAS KEPERGIAN
Setelah kepergianmu,
tidak ada yang dikatakan cukup mudah untuk dikatakan semua baik-baik saja,
karana sampai saat ini aku masih saja kualahan dengan rasa egoku untuk
berpura-pura asing terhadap apa yang berhubungan dengan duniamu.
Tak sedikit orang yang
membujukku untuk melupakan bayangan semu itu. membujukku untuk kembali
melangkah dan kemudian membuka lembaran baru. Tapi pertanyaanku adalah “apakah
aku bisa?”
Aku disini dengan
ketidak siapan melepaskanmu pergi dalam waktu yang sesingkat ini, aku selalu
berharap bahwa ini hanyalah sebuah mimpi buruk dimalam hari dan kembali
baik-baik saja seperti semula disaat aku terjaga di keesokan hari.
Kehilangan seseorang
adalah hukuman terberat bagi siapapun yang sedang menaruh hati penuh harap,
karena titik yang ingin dicapai seketika lenyap tanpa meninggalkan jejak.
Lagi-lagi aku meminta
kepada tuhan untuk meredam asa dan melipur lara meminta untuk dibangkitkan
kembali puing-puing semangat yang hampir lenyap tanpa sisa.
Kamu tenang saja aku
tidak akan pernah memaksamu lagi untuk memelukku dengan iba, Biarlah ku dekap
seluruh harap untuk mengubur resah ataupun pilu yang harus menggebu.
Disaat keadaan yang
selalu memaksaku untuk harus siap dan rela melepaskan dengan berat hati aku
berusaha, saat ini aku akan menjaga dan memelukmu dalam doa, karna itulah cara
yang aku bisa setelah hati kita tak lagi sama.
Tidak sekalipun aku
menyalahkan apa yang terjadi jika dengan kehilanganmu akan menjanjikan kebahagiaan
dan keadaan yang lebih baik aku akan belajar berdamai dengan waktu agar mempu
melepasmu tanpa rasa sakit. Mungkin takdir sengaja mempertemukan kita hanya untuk
saling bertegur sapa bukan untuk dipersatukan dalam bingkai yang indah.
Dan kali ini
kepergianmu adalah pilihanmu dan bagian tersulit merelakannya adalah urusanku.
☹☹☹
ReplyDeleteWriting good😊
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletePandai nulis
ReplyDeleteBuang dan lupakan😂
ReplyDelete