MELEPAS KEPERGIAN


Setelah kepergianmu, tidak ada yang dikatakan cukup mudah untuk dikatakan semua baik-baik saja, karana sampai saat ini aku masih saja kualahan dengan rasa egoku untuk berpura-pura asing terhadap apa yang berhubungan dengan duniamu.

Tak sedikit orang yang membujukku untuk melupakan bayangan semu itu. membujukku untuk kembali melangkah dan kemudian membuka lembaran baru. Tapi pertanyaanku adalah “apakah aku bisa?”

Aku disini dengan ketidak siapan melepaskanmu pergi dalam waktu yang sesingkat ini, aku selalu berharap bahwa ini hanyalah sebuah mimpi buruk dimalam hari dan kembali baik-baik saja seperti semula disaat aku terjaga di keesokan hari.

Kehilangan seseorang adalah hukuman terberat bagi siapapun yang sedang menaruh hati penuh harap, karena titik yang ingin dicapai seketika lenyap tanpa meninggalkan jejak.

Lagi-lagi aku meminta kepada tuhan untuk meredam asa dan melipur lara meminta untuk dibangkitkan kembali puing-puing semangat yang hampir lenyap tanpa sisa.
Kamu tenang saja aku tidak akan pernah memaksamu lagi untuk memelukku dengan iba, Biarlah ku dekap seluruh harap untuk mengubur resah ataupun pilu yang harus menggebu.

Disaat keadaan yang selalu memaksaku untuk harus siap dan rela melepaskan dengan berat hati aku berusaha, saat ini aku akan menjaga dan memelukmu dalam doa, karna itulah cara yang aku bisa setelah hati kita tak lagi sama.

Tidak sekalipun aku menyalahkan apa yang terjadi jika dengan kehilanganmu akan menjanjikan kebahagiaan dan keadaan yang lebih baik aku akan belajar berdamai dengan waktu agar mempu melepasmu tanpa rasa sakit. Mungkin takdir sengaja mempertemukan kita hanya untuk saling bertegur sapa bukan untuk dipersatukan dalam bingkai yang indah.

Dan kali ini kepergianmu adalah pilihanmu dan bagian tersulit merelakannya adalah urusanku.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

RUANG TANPA RENCANA

UNTUK PAPA MAMA

TENTANG MENCINTAI-MU