RUANG TANPA RENCANA
Waktu itu aku pernah
merasa bahagia karna memiliki sosok yang ku sebut kekasih terbaik yang selalu
bersedia menjadi sandaran untuk menjadi tempatku bermuara, kehadiran dan segala
bentuk perhatiannya selalu membuatku merasa istimewa yang sudah tuhan hadiahkan
untukku.
Dulu aku selalu percaya
bahwa aku adalah perempuan yang sangat berharga dalam hidupnya. Namun aku
salah, saat kesetiaan mulai diuji dengan hadirnya orang ketiga.
Aku mengatakan semua
ini sebagai cinta karna aku merasakan bahwa dia dalah sosok yang mempu meluluh
lantahkan hatiku, karna sosok itu juga adalah yang terbaik dari yang
sebelumnya.
Namun tetap saja apapun
bentuk kebahagiaan dari rasa cinta ini, tak akan pernah lepas dari rasa sakit
bagaikan duri yang tertancap didalam hati.
Sebelum disuatu pagi,
ku temukan api tertanam dimataku, api itu membumi hanguskan bahagiaku, lembah
kesedihan tiada tara yang mengalirkan sungai air mata penuh darah, merobohkan
kekuatan hatinya yang terbakar oleh api disudut matanya.
Aku tak tau dia datang
dengan sendirinya atau kau dengan sengaja mengundangnya. dan setelah adanya dia datang dan merubahmu
dalam sekejap mengambil simpatikmu. Bukankah aku yang lebih dulu mengenalmu?
bukankah aku yang lebih tau semua tentangmu? apakah kau perduli denganku?
Tak jarang aku membujuk
dan berusaha untuk memperbaiki keadaan, tidak pernah sedikitpun air mataku
terhenti terus memohon memintanya untuk kembali, aku selalu memintamu menetap
disini namun kau bersikeras menginginkan pisah. Namun mencari penggantiku
adalah keputusan yang telah dia pilih tanpa memperdulikan aku yang terus
mengiba untuk tetap bertahan.
Di matamu tak ada
satupun perjuanganku yang kau lihat, masih saja kau menganggap ku tak berarti
seperti orang yang bukan kau butuhkan, semua
mengorbanan dan ketulusanku kau abaikan.
Aku hanya seseorang
yang terlalu berharap tinggi, berharap akhir cerita kita ini akan indah dengan
modal janji yang kuharapkan darimu akan menjadi nyata. aku merasakan jatuh
cinta adalah sebuah penyesalan karna dia datang membawa harapan dan pergi
menjadi mimpi buruk yang hanya membuat luka dan kecewa.
Sekarang kurasakan
betapa pedihnya patah hati, cukup lama aku meyiksa diri perkara luka. Aku
izinkan air mata menemani dikala sepi melanda. Dan ku jadikan menangis sebagai
hobiku disaat malam datang.
Bagimu orang ketiga adalah salah satu cara untukmu dalam mencari kesenangan mungkin itu alasannya untukmu berhenti berjuang. kau mau menikmati masa muda mu dengan bermain seperti ini?
Bagimu orang ketiga adalah salah satu cara untukmu dalam mencari kesenangan mungkin itu alasannya untukmu berhenti berjuang. kau mau menikmati masa muda mu dengan bermain seperti ini?
Jangan manaruh harapan sepenuhnya pada yang bernyawa.
ReplyDelete